RAHMAT

Pendahuluan

Posted by romansah pada Februari 16, 2009

Di Indonesia pada umumnya pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar penduduk tinggal sudah sangat umum.  Keahlian penduduk lokal dan menggunakan obat yang berasal dari tumbuhan di sekitarnya sudah menjadi tradisi yang menjadi pengalaman empirik selama beratus-ratus tahun dan sudah menjadi warisan budaya secara turun temurun.  Penggunaan kunyit, sirih, daun jarak, mahkota dewa, kumis kucing, dan sebagainya sudah sangat umum dikenal sebagai obat tradisional mujarab dalam kehidupan masyarakat.

Pada zaman dahulu masyarakat menggunakan herba sebagai obat melalui cara yang masih tradisional yaitu dengan menggunakan ciri-ciri fisik yang ada pada herba yang bersangkutan seperti warna, bentuk dan rasanya dihubungkan dengan penyakit tertentu.  Misalnya herba yang berwarna merah digunakan untuk obat penambah darah, herba yang berwarna kuning untuk obat penyakit kuning (hepatitis), herba yang bentuknya seperti jantung digunakan untuk mengobati sakit jantung dan sebagainya.  Pengobatan herba dengan cara seperti ini dikenal dengan kajian makroskopik.

Dewasa ini penggunaan herba sebagai obat telah dilakukan secara lebih modern.  Berbagai penelitian ilmiah terhadap kandungan bahan aktif yang terdapat dalam herba telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan.  Demikian pula pengobatan herba sebagai obat pun tela mengalami modernisasi, sehingga dengan mudah masyarakat dapat memperoleh obat-obatan herba dalam berbagai bentuk baik berupa kapsul, minuman (sirup), serbuk, minyak, obat tetes, dan sebagainya.

Tampaknya pengobatan herba memiliki prospek dan potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan di masa yang akan datang.  Sebab selain mudah didapat karena bahan bakunya banyak di sekitar kita terutama untuk masyarakat Asia juga pengobatan dengan herba relatif lebih aman dibandingkan dengan obat-obatan barbahan kimia sintetis.

Kini slogan back to nature (kembali ke alam) menjadi semarak di tengah-tengah masyarakat.  Tidak saja di kalangan bawah tetapi juga di kalangan masyarakat menengah ke atas, para ilmuwan dan bahkan para ahli kedokteran medis sekalipun.

Setiap rerumputan atau tumbuhan pada dasarnya merupakan apotek lengkap yang menyediakan zat-zat penting dengan banyak species yang telah diciptakan oleh Allah Swt berdasarkan pada hikmah dan ketetapan-Nya.  Misalnya bawang merah yang merupakan sayuran atau bumbu yang biasa digunakan, digemari, dan sangat dikenal oleh masyarakat dunia, sungguh menakjubkan.  Ternyata bawang ini mengandung bahan yang dapat membantu pencernaan, juga dapat membakar dan mengolah zat gula sama persis seperti yang dilakukan oleh insulin.  Bawang ini juga mengandung minyak yang mudah menguap (tak jenuh) yang memiliki bau khas, yang menjadi pembersih yang sangat efektif dan mampu membunuh kuman.  Sebagaimana bawang ini mengandung zat garam yang dapat menguatkan saraf juga dapat melindungi pembuluh darah dari pembekuan serta dapat menguatkan akar rambut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: