RAHMAT

Mencari Ilmu Menggapai Ridho Allah

Petunjuk Rosulullah SAW dalam Olahraga (2)

Ditulis oleh romansah di/pada Juli 29, 2009

Sumber : Ath-Thib An-Nabawi, Ibnu Qoyim Al-Jauziyah

Sementara itu olahraga batin dilakukan melalui belajar dan mempelajari adab, dengan bergembira dan bersukaria, bersabar, bersikap teguh, bersikap berani, mudah memaafkan, berbuat kebajikan dan sejenisnya yang bisa mengolah batin. Olahraga batin terbaik adalah bersabar, memupuk cinta kasih, bersikap berani dan suka berbuat baik. Orang yang melakukan olahraga batin ini sedikit demi sedikit pasti seluruh sifat tersebut betul-betul mengakar dalam dirinya dan menjadi tabiat yang kuat sekali.

Kalau kita mencermati petunuk Nabi SAW dalam hal ini, kita akan mendapatkan petunjuk beliau itu sebagai penjagaan optimal terhadap kesehatan dan stamina, amat berguna dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.

Tidak diragukan lagi bahwa shalat saja mengandung cara menjaga kesehatan tubuh. Shalat mengandung komposisi gerak yang terbaik buat dirinya di samping hal-hal lain untuk menjaga kesehatan iman dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Demikian juga dengan shalat malam. Shalat malam merupakan cara terbaik menjaga kesehatan dan cara terbaik untuk menolak berbagai penyakit menahun selain juga menjadi cara meningkatkan semangat jiwa dan raga serta hati seseorang. Seperti disebutkan dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda :

“Setan mengikatkan tiga buhul ikatan di kepala manusia bila ia tidur. Pada masing-masing buhulan itu setan memberi pukulan sambil berkata: ‘Nikamatilah malam yang panjang, tidurlah’. Kalau ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Bila ia berwudhu, terbukalah ikatan kedua. Dan bila ia sudah shalat, terbukalah seluruh ikatan sehingga ia berubah menjadi orang yang bersemangat jiwanya. Kalau tidak, ia akan berubah menjadi orang yang malas dan busuk jiwanya.”

Puasa yang disyariatkan juga termasuk di antara faktor penjaga kesehatan, sebagai olahraga bagi tubuh dan jiwa seseorang. Itu hal yang tidak dapat dipungkiri oleh orang yang sehat fitrahnya.

Adapun jihad dengan segala totalitas gerak tubuh yang terkandung di dalamnya termasuk diantara faktor terbaik dalam membina stamina, menjaga kesehatan, memperkuat jantung dan tubuh serta mengusir berbagai ampas makanan yang tidak berguna, bahkan juga menghilangkan kesedihan, kegundahan dan duka lara. Semua itu adalah hal yang hanya diketahui oleh orang yang memiliki peran dalam jihad itu sendiri. Demikian juga halnya dengan haji dengan berbagai manasik hajinya, juga perlombaan kuda dan lomba senjata, melakukan perjalanan untuk suatu keperluan atau untuk menemui saudara, memenuhi keperluan mereka, menjenguk orang sakit, mengiringi jenajah mereka, berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat jumat dan shalat jama’ah, melakukan beberapa gerakan saat berwudhu, mandi jinabat dan lain-lain.

Demikian , semua bentuk ibadah tersebut setidaknya merupakan olahraga batin dalam menjaga kesehatan dan mengusir ampas tidak berguna. Adapun kandungan lain berupa cara untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat serta menolak berbagai kejelekan dunia dan akhirat, maka itu adalah perkara lain lagi.

Dengan demikian pula kita mengetahui bahwa petunjuk Rasulullah SAW itu berada di atas segala petunjuk, dalam upaya merawat kondisi tubuh dan hati, memelihara kesehatan keduanya serta menolak berbagai penyakit. Tidak ada hal lain yang perlu dijelaskan lagi lebih dari itu bagi orang yang memiliki pemahaman yang sehat. Semoga Allah memberikan taufik-Nya.

Ditulis dalam Kesehatan Umum | Bertanda: , | Leave a Comment »

Petunjuk Rasulullah SAW dalam Olahraga (1)

Ditulis oleh romansah di/pada Mei 14, 2009

Sumber : Ath-Thib An-Nabawi, Ibnu Qoyim Al-Jauziyah

Suatu hal yang dimaklumi bahwa tubuh seseorang untuk bisa bertahan hidup memerlukan makanan dan minuman.  Makanan memang tidak seluruhnya akan menjadi bagian dari tubuh.  Setiap proses pencernaan masih akan menghasilkan ampas yang apabila terlalu banyak dalam waktu yang lama akan menumpuk dalam jumlah banyak pula.  Saat itu dengan kuantitas yang banyak dan kualitas yang berat, ampas tersebut akan berbahaya, bisa menyebabkan penyumbatan atau menyebabkan kegemukan,  selain juga bisa menyebabkan beberapa penyakit dalam.  Kalau dipompa keluar, obat-obatan pencahar seringkali mengganggu kesehatan.  Karena kebanyakan adalah racun.  Proses pemompaan keluar sendiri seringkali mengeluarkan juga zat-zat makanan yang masih bermanfaat.  Sementara proses pengendapan ampas itu sendiri dapat memanaskan tubuh sehingga menyebabkan zat-zat basi ikut terpanaskan, atau mendinginkan tubah sehingga memperlemah suhu panas alami dan menghambat proses pembakaran.

Ampas-ampas tersebut tidak diragukan lagi amatlah berbahaya bila dibiarkan dalam tubuh dan sama bahayanya bila dipaksa keluar.  Olahraga adalah cara terbaik untuk mencegah lahirnya ampas makanan tersebut.  Karena olahraga dapat memanaskan tubuh, mencairkan sisa ampas sehingga tidak mendekam terlalu lama.  Di samping itu olahraga juga dapat membiasakan tubuh bergerak lincah dan penuh semangat, menambah nafsu makan, mengeraskan persendian, memperkuat otot dan urat, bahkan menyelamatkan diri seseorang dari berbagai akibat zat kimia juga kebanyakan penyakit pencernaan, bila digunakan secara proporsional dan pada waktu yang tepat dan tentunya dengan sistem yang tepat pula.

Waktu olahraga yang terbaik adalah setelah selesai proses pencernaan makanan.  Olahraga yang proporsional adalah bila sampai menyebabkan warna kemerahan pada kulit, nafas memburu dan badan terasa segar.  Kalau harus mengeluarkan keringat, itu terlalu berlebihan.  Bagian tubuh manapun yang dilatih dengan olahraga yang baik akan menjadi kuat, terutama sekali bila disesuaikan dengan jenis olahraga yang tepat.  Bahkan setiap bentuk energi dilatih dengan cara yang sama.  Orang yang banyak menghapal akan kuat daya hapalnya.  Orang yang sering berpikir akan kuat daya pikirnya.  Masing-masing anggota badan memiliki olahraga spesifik yang sesuai dengannya.  Olahraga otak adalah membaca.   Dimulai dengan membaca perlahan hingga keras-keras secara bertahap.  Olahraga pendengaran adalah dengan mendengarkan bicara juga secara bertahap, dari mulai pembicaraan ringan hingga yang berat-berat.  Demikian juga olahraga lidah, dilakukan dengan berbicara.  Olahraga mata juga dilakukan dengan melihat.  Olahraga kaki (berjalan) juga dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit.

Adapun menunggang kuda, melempar lembing, gulat, lomba lari, kesemuanya adalah olahraga fisik.  Semua jenis olahraga itu dapat menghilangkan berbagai bentuk penyakit menahun, seperti lepra, busung lapar dan sembelit.

Ditulis dalam Kesehatan Umum | Bertanda: , | Leave a Comment »

Mengatur Kehamilan dengan KB Alami

Ditulis oleh romansah di/pada Maret 12, 2009

Ada berbagai pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan obat KB (Keluarga Berencana) dapat menimbulkan berbagai efek, mulai dari rasa kurang nyaman, berkurangnya gairah, bahkan beberapa wanita yang tingakat toleransi tubuhnya sangat rendah terhadap efek samping alat kontrasepsi yang dipakainya bisa mengalami keluhan-keluhan seperti mual, pusing, maslaah kulit, obesitas, perdarahan, nyeri perut, hingga risiko hamil anggur pada obat KB jenis spiral.

Apa tujuan perempuan menggunakan obat KB? Jawaban yang palling tepat adalah untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak. Bagi perempuan yang ingin menghindari efek samping alat kotrasepsi, mereka lebih memilih KB alami. KB alami yang lama antara lain dengan sistem kalender yaitu mengetahui siklus haid dan masa suburnya.

Bagaimana menghitung masa subur? Menurut Dr. Sugi Suhandi Iskandar, SpOG dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta, yang disebut dengan masa subur adalah masa dimana terjadinya ovulasi pada pertengahan siklus haid. Ovulasi mengaluarkan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi oleh sperma. Pembuahan inilah yang akan tumbuh menjadi janin.

Pada pasangan suami-istri yang melakukan KB kalender, sebaiknya harus mempunyai menogram, yaitu catatan menstruasi istri selama setahun.

Untuk mengetahui masa subur, pertama, tentukan panjang siklus menstruasi anda. Hitung sejak hari pertama haid hingga tepat satu hari sebelum haid pada bulan berikutnya.

Kedua, sesuai dengan siklus menstruasi Anda, hitung dan temukan perkiraan hari pertama haid untuk bulan selanjutnya, kemudian dikurangi 14 hari. Karena masa subur terjadi 14 hari sebelum haid pertama pada bulan berikutnya.

Jika siklus haid tidak teratur, salah satu caranya dapat dengan menghitung rata-rata panjang siklus haid 3 bulan. Sesuai dengan siklus menstruasi Anda. Hitung dan tentukan perkiraan hari pertama haid untuk bulan selanjutnya. Kemudian dikurangi 14 hari. Jika ingin menunda kehamilan, sebaiknya tidak melakukan hubungan atau memakai alat kontrasepsi berupa kondom di antara range masa subur (1 hingga 6 hari) tersebut.

Menghitung masa subur dengan menghitung siklus haid agak susah dilakukan (kurang akurat) jika siklus haid tidak teratur atau sedang menggunakan obat-obat tertentu yang bisa mempengaruhi siklus hair, misalnya sedang melakukan pengobatan hormon, mengalami stress berat/penyakit kronis yang bisa mengubah pola haid, atau terjadi trauma mengenai alat-alat kandungan sehingga terjadi gangguan fungsi (jarang terjadi).

Untuk membantu mengetahui masa subur, Anda dapat menggunakan Fertitest. Fertitest adalah alat uji masa subur pada perempuan dengan mengukur kadar LH (Lutenizing Hormone) pada urine. Fertietest bekerja dengan cara bereaksi (berubah warna atau memeunculkan tanda) satu hari sebelum masa subur karena kenaikan LH yang diproduksi oleh kelenjar pitutary sudah terjadi. Yang perlu diantisipasi dan diingat adalah kemampuan sperma dapat bertahan hidup selama 3-5 hari atau lebih lama dalam serviks perempuan bila ada lendir serviks yang subur. [OCH]

Sumber : KOMPAS, 12 Maret 2009

Ditulis dalam Kesehatan Umum | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Mengenal Sistem Pencernaan

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 27, 2009

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda :

“Tidaklah anak adam mengisi bejana yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat menegakkan tulang sulbinya. Kalaulah dia harus berbuat, maka sepertiga untuk mekanannya, sepertiga lagi untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (H.R At-Tirmidzy dan Ahmad).

Perut memang merupakan sumber sebagian besar penyakit. Tetapi, hingga saat ini belum ada kesepakatan tentang pengertian ‘perut’ sebagaimana dimaksud dalam hadits Rasulullah saw tersebut. Sebagian orang (termasuk para ahli medis) berpendapat bahwa yang dimaksud ‘perut’ dalam hadits tersebut adalah sistem pencernaan (digestive system). Hal ini mengingat makanan yang dimakan manusia masuk ke dalam tubuh melewati sistem pencernaan.

Sedangkan dalam pandangan herbalis (khususnya para praktisi perubatan JAWI) yang dimaksud dengan ‘perut’ sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut lebih mengarah pada kolon (usus besar). Sebab pada organ ini sering terjadi penumpukan sisa-sisa makanan yang pada akhirnya bisa menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit.

Atau yang dimaksud dengan ‘perut’ disini sebagaimana lebih dikenal secara umum oleh kita adalah lambung. Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagianbawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari (duodenum).

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Proses Pencernaan Makanan

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 26, 2009

Manusia memerlukan makanan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Makanan dapat menghasilkan energi sebagai bahan pembentuk tubuh, penambah cairan tubuh dan membantu proses faal lain yang berlangsung dalam tubuh. Hanya saja makanan baru bisa bermanfaat bila zat-zat yang dikandungnya dapat diserap oleh usus. Artinya makanan tersebut harus dicerba terlebih dahulu.

Pada tubuh manusia telah terdapat sistem pencernaan makanan (digestive system) yang kompleks. Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana sehingga dapat diserap oleh usus, kemudian digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai jenis enzim turut membantu dalam proses pencernaan ini. Selanjutnya agar makanan dapat berguna bagi tubuh, maka makanan tersebut harus didistribusikan oleh darah sampai pada sel-sel diseluruh tubuh.

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar mengunyah makanan sekurang-kurangnya 33 kali. Hal ini dimaksudkan agar makanan tersebut menjadi sehalus mungkin untuk selanjutnya dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan.

Mengutif penjelasan Ibu Andang Gunawan (FoodCombining.com) bahwasanya berdasarkan penelitian ekstensif tentang siklus fisiologi, ditemukan bahwa setiap fungsi tubuh memiliki irama aktivitas biologi yang bekerja secara sistematis dalam siklus atau putaran 24 jam tanpa henti. Proses pencernaan sendiri terdiri dari tiga siklus yang didasarkan pada tiga fungsi tubuh, yaitu menyerap (sari-sari makanan), mencerna (zat-zat makanan), dan membuang (sampah-sampah makanan). Meskipun ketiga fungsi tersebut bekerja aktif secara simultan (terus-menerus), setiap delapan jam sehari masing-masing lebih intensif dibandingkan siklus-siklus lainnya.

Pukul 12.00 – 20.00       : PENCERNAAN
Pukul 20.00 – 04.00       : PENYERAPAN
Pukul 04.00 – 12.00       : PEMBUANGAN

Siklus pencernaan sangat intensif antara pukul 12.00 (tengah hari) dan pukul 20.00 (8 malam). Pada siklus ini energi tubuh lebih banyak dipusatkan ke fungsi pencernaan. Sepanjang siklus ini merupakan saat yang tepat untuk mengisi lambung dengan makanan padat. Kalau pada siang hari perut tak terisi, Anda akan merasa sangat lapar.

Siklus penyerapan berlangsung sangat intensif antara pukul 20.00 (8 malam) dan pukul 04.00 (dini hari). Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan siklus-siklus berikutnya, sehingga Anda akan merasa grogi pada pagi harinya.

Siklus pembuangan sangat intensif terjadi antara pukul 04.00 (tengah hari) dan pukul 12.00 (tengah hari). Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus ini. Banyak orang mengeluh tidak mempunyai nafsu makan pada pagi hari, tapi tidak menyadari bahwa ini adalah hal sangat alami. Karena tubuh tengah melalui siklus pembuangan. Tubuh tidak terlalu membutuhkan makanan padat (misalnya nasi dan daging) yang sulit dicerna dalam kurun waktu tersebut, malah bisa mengacaukan proses pembuangan karena kekurangan energi.

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Gangguan Pada Sisem Pencernaan

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 25, 2009

Sistem pencernaan bisa mengalami gangguan, baik gangguan terhadap kelenjar pencernaan maupun saluran pencernaannya sendiri. Apabila kelenjar pencernaan mengalami gangguan maka dapat mengenai enzim-enzimnya sehingga dapat mengganggu proses pencernaan secara keseluruhan.

Gangguan pencernaan dapat berupa radang atau infeksi. Radang tersebut dapat mengenai mulut, lambung, usus kecil dan usus besar, serta umbai cacing (apendiks). Radang juga dapat mengenai kelenjar pencernaan seperti radang pada kelenjar parotis (parotitis) dan radang pada hati atau biasa dikenal dengan hepatitis. Radang pada dinding lambung dapat menyebabkan tukak lambung yaitu luka pada lapisan mukosa dinding lambung. Radang pada usus buntu disebut dengan apendisitis. Radang pada usus halus sering dijumpai kerena infeksi pada penyakit tifus yang menyebabkan demam tinggi. Radang pada usus besar yang sring disebabkan oleh bakteri atau amoeba dapat menyebabkan disentri atau kolera yang menimbulkan gejala diare.

Pada anak-anak yang sering dijumpai adalah adanya cacing yang menhuni dalam usus halus maupun usus besar dan bersifat parasit. Misalnya cacing gelang, cacing tambang dan cacing kremi. Selain itu masih banyak lagi penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan seperti kolitis (peradangan pada kolon), kejang usus, kanker dan lain-lain.

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 24, 2009

Gangguan pada sistem pencernaan umumnya disebabkan oleh kebiasaan cara makan yang salah.  Beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan tersebut antara lain :

  1. Makan tidak teratur,  seperti makan terlalu banyak (hingga kekenyangan) atau terlalu sering makan.  Rasulullah mengajarkan agar mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air dan sepertiga udara.
  2. Makan sambil diselingi minum air.  Hal ini dapat mencairkan rembesan di perut.
  3. Kebiasaan makan yang terlalu cepat.  Dengan cara seperti ini biasanya proses pengunyahan makanan kurang optimal, makanan dikunyah hanya beberapa kali saja.  Akibatnya proses pencernaan menjadi tidak sempurna.
  4. Tekanan perasaan dan faktor umur.  Pada saat stress tubuh akan mengaluarkan hormon yang mengandung bahan kimia tertentu yang bersifat racun.  Hormon ini akan mempengaruhi rekasi kimia tubuh sehingga proses pencernaan terganggu.  Sedagkan orang yang sudah tua, biasanya organ pencernaannya tidak lagi dapat berfungsi secara optimal.

Sistem pencernaan yang terganggu biasanya ditandai dengan munculnya gejala-gejala antara lain :

  • Badan atau nafas berbau
  • Lambat dalam mencerna makanan
  • Rambut menjadi kering atau rusak
  • Sering buang angin setelah makan
  • Kurang selera makan atau kurang tenaga
  • Kuku rusak dan mudah patah
  • Buang air besar tidak lancar
  • Mengalami gangguan dan kelainan masalah kulit
  • Tulang dan gigi rawan lemah

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: | 1 Komentar »

Usus Besar dan Gangguan Yang Sering Terjadi

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 24, 2009

Usus besar merupakan tempat transit (berhentinya) zat-zat makanan dalam tubuh. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa zat-zat makanan berada dalam usus besar selama kurang lebih 14 jam. Pengkonsumsian makan yang tidak seimbang, kekurangan serat dan air, penggunaan antibiotik serta tekanan perasaan bisa menyebabkan masa transit tersebut berlangsung lebih lama.

Tidak semua manakan yang terdapat dalam usus besar dapat mengalir atau dibuang melalui anus (berupa buang air besar). Sebagian dari sisa makanan tersebut ada yang melekat pada dinding-dinding usus besar. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa terdapat antara 10 hing 15 pound (1 pound sama dengan ½ kilogram) sisa makanan yang melekat pada lipatan-lipatan usus manusia dewasa. Keadaan ini jika dibiarkan dapat menjadi penyebab munculnya berbagai penyakit.

Warna dari sisa makanan atau feses (tinja) tersebut bermacam-macam sesuai dengan tingkat bahaya serta lamanya sisa makanan tersebut melekat dan menumpuk pada usus.

Sebab-sebab Terjadinya Penyumbatan Pada Usus Besar

Terjadinya penymbatan pada usus besar disebabkan oleh kebiasaan konsumsi makanan yang salah serta penumpukan banyak toksin, yaitu :

· Makanan yang tidak seimbang

Tubuh manusia memerlukan zat-zat makanan yang beraneka ragam dan seimbang. Pengambilan makanan yang tidak seimbang mengakibatkan proses pencernaan tidak bisa berjalan secara optimal dan terjadinya penymbatan pada usus. Misalnya orang yang kurang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan menyebabkan tubuh kekurangan serat, akibat proses pencernaan terganggu. Biasanya orang yang bersangkutan akan mengalami sembelit.

· Makanan Olahan

Makanan olahan seperti gula, tepung, makanan siap saji dan sebagainya dapat meningkatkan kadar keasaman dalam tubuh. Makanan olahan akan mengurangi kesan elektrolitas dalam tubuh sehingga mengakibatkan cairan empedu yang semestinya membantu perncernaan menjadi lebih asam. Cairan empedu tidak bisa mencerna makanan secara semurna justru akan mengakibatkan terbentuknya pelekat (plag) pada mukosa pada dinding-dinding usus.

· Plag dan Toksin

Plag dapat menghalangin penyerapan zat-zat makanan dan pada saat yang sama menjadi sumber toksin. Kotoran yang lama dan kuman jahat yang diserap masuk kesalam saluran darah dan hati secara terus menerus, kondisi ini dikenal sebagai auto intoksication. Sementara itu penumpukan toksin akan semakin membebani usus dan liran darah sedangkan tubuh tidak lagi mampu menghasilkan nutrien dalam jumlah yang cukup.

Segalan faktor penyumbat usus seperti yang telah disebutkan di atas akan menimbulkan beberapa gejala baik secara fiik maupun psikis. Gejala-gejala fisik antara lain : kepala pusing, rasa letih, napas berbau, sakit pada persendian, dan beberapa masalah pada kulit. Adapun gejala-gejala pada psikis antara lain: sering emosi dan timbulnya pikiran negatif.

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Kelainan Pada Usus Besar

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 24, 2009

Dilihat dari bentuknya usus besar terdiri dari tiga bagian yaitu bagian usus menaik, bagian usus mendatar, dan bagian usus menurun. Adanya gangguan-gangguan tertentu menyebabkan usus besar mengalami kelainan dan berubah dari bentuk normalnya. Beberaoa kelainan yang sering terjadi pada usus adalah sebagai berikut:

· Prolapsus (usus menggangung), terjadi penggantungan organ atau jaringan ke arah bawah; dalam usus dua belas jari. Kondisi ini dapat menurunkan tekanan organ. Merusak sirkulasi dan fungsi usus.

· Prolapsus on lower with organ pressure. Usus menggantung dengan disertai tekanan pada organ dibawahnya.

· Spasm. Penyempitan pada bagian tertentu di usus. Gejala yang biasa muncul antara lain: terjadi kram (kejang otot) dan pengetatan otot.

· Balooned Sigmoid. Pembesaran usus besar akibat penimbunan gas atau bahan feses.

· Stricture. Pengecilan bagian-bagian tertentu pada usus.

· Diverticulata. Munculnya kantong-kantong kecil pada bagian tertentu di usus besar. Kantong-kantong tersebut disebabkan oleh protusi selaput lendir (mucus membrane) lewat kerusakan pada lapisan otot usus besar. Divertikula adalah titik-titik lemah pada dinding kolon dan kadang-kadang dapat pecah dan memungkinkan terjadi infeksi disekitarnya (kondisi ini disebut diverticulities). Namun untunglah, kebanyakan pengidap divertikulata tidak mengalami divertikulitis. Umumnya terasa nyeri pada perut bagian bawah, obstipasi dan diare oleh gangguan motilities sigmoid.

· Colitis. Penggembungan pada sebagian usus besar sementara bagian yang lain terjadi penyempitan. Colitis merupakan radang akut yang amat perih pada usus besar yang timbul pada konstipasi lanjuran dan diare. Kondisi seperti ini sering disebabkan akibat tekanan emosi dan kecemasan. Kelainan uni umumnya ditemukan pada orang muda (usia 15-30 tahun) dan usia lanjut (60-80 tahun). Wanita memiliki peluang lebih besar mengalami kelainan ini dibandingkan pria. Gejala utama yang biasa muncul pada penderita penakit ini antara lain: pendarahan dari rektum dan diare bercampur darah, nanah dan lendir. Biasanya disertai tenesmi dan kadang inkntinensia alvus (perut dengan isinya). Biasanya penderita mengalami demam, mual, muntah dan berat badan menurun.

Sembelit

Sembelit adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan melakukan buang air besar (BAB) yang disebabkan oleh adanya penumpukan atau penyumbatan usus oleh sisa-sisa makanan atau feses. Lebih dari 90% masalah kesehatan manusia berasal dari kolon yang tersumbat.

Sembelit dapat terjadi karena beberapa hal antara lain :

· Makanan yang kurang serat/fiber melambatkan pembuangan feses dan menyebabkan toksin-toksin menempel pada kantong usus.

· Perekatan (adhesions) dapat menjadi penyebab sembelit karena membran mukus yang melekat pada dinding usus.

· Regangan kolon akibat kelebihan kandungan makanan.

· Ketidakseimbangan katup yang menyebabkan isi dalam kolon kembali ke dalam usus kecil.

· Kurang olah raga, terutama olahraga pada bagian perut.

· Keadaan postur yang lemah ditambah dengan pengerutan spontan dan reflek pada otot-otot tertentu, juga dapat mengakibatkan proses pembuangan feses tidak normal.

Tanda-tanda atau gejala adanya sembelit adalah :

· Pembesaran abdomen (perut) dengan adanya rasa belum puas buang air besar.

· Sakit kepala.

· Tekanan kejiwaan, rasa was-was dan sensitive terhadap gangguan.

· Letih dan haus

· Pencernaan tidak baik dan banyak gas

· Sulit tidur dan sering bangun di waktu malam

· Berlebihan berat badan, mal nutrisi, dan ketidak seimbangan kelenjar.

· Sakit organ belakang bawahan (lower back pain) yaitu bila kolon menekan saraf sciatica.

· Adanya masalah pada kulit, rambut dan kuku.

Apabila sembelit dibiarkan terlalu lama dapat mengakibatkan terjadinya penyakit lain seperti:

· Wasir

· Intoksikasi

· Penyakit autoimun yang terbentuk akibat sistem imun yang bekerja keras mengalami kekeliruan sehingga menyerang organ-organ sistem tubuh yang lainnya seperti lupus dan kanker.

· Infeksi/peradangan

· Tumor/kanker

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: , | Leave a Comment »

Pengobatan dan Perawatan Alamiah Terhadap Usus dan Organ Pencernaan

Ditulis oleh romansah di/pada Februari 24, 2009

Berikut ini 5 cara perawatan alamiah terhadap usus besar dan organ pencernaan yang lain:

1. Perubahan dalam gaya hidup. Menghindari alkohol (minuman keras), tambahan minuman berkarbonat, tepung putih dan hasilan gula putih serta makanan berminyak. Tambahkan pengambilan makanan berserat, makanan mentah serta kurangi daging dan lemak. Hal ini akan mengurangi pengumpulan bakteri jahat serta membina dan memelihara sistem imunitas.

2. Olahraga. Terutama pada daerah abdomen (perut). Melompat di atas mini trampoline dan jalan kaki merupakan latihan fisik yang baik.

3. Belajar memahami bahawa tubuh sendiri.

a. Makan hanya bila lapar

b. Hindari makan ketika mengalami tekanan emosi

c. Pelajari untuk menggabungkan makanan yang dapat dicerna bersama dengan baik

d. Menggabungkan daging, gula dan kanji/tepung akan menyebabkan peragian serta menghasilkan bahan alkohol dalam perut dan usus.

e. Pelajari tubuh sendiri dan kelemahan yang ada pada diri kita serta apakah jenis makanan yang dapat membina dan menjada kesehatan fisik, emosi dan mental.

4. Hindari pencahar.

5. Melakukan pembersihan kolon (colon cleansing)

Ditulis dalam Mengenal Sistem Pencernaan | Bertanda: , , | Leave a Comment »